EnglishIndonesian
Pengunjung Hari Ini : 30
Total Pengunjung : 16150
Online : 0

Tips Mudah Menghafal Satu Halaman Alquran Per Hari ala Ustaz Adi Hidayat

RAKYATKU.COM – Menghafal Alquran bukan perkara mudah. Banyak orang yang sudah mencobanya, namun tak kunjung bisa menghafalnya. Kalaupun berhasil, biasanya lebih mudah hilang lagi. Bagaimana rahasianya?

Ustaz Adi Hidayat Lc menyebut setidaknya ada empat hal yang harus dilakukan untuk menghafal Alquran, yakni melakukan pendekatan kepada Allah subhanahu wata’ala, perbaiki niat, yakin bisa hafal atas izin Allah, dan disiplin dalam metode atau manhaj.

Seseorang yang ingin menghafal Alquran harus meningkatkan ketakwaan pada Allah azza wa jalla. Tidak ada cara lain selain mendekati Allah subhanahu wa ta’ala yang punya Alquran. Alquran bukan makhluk, melainkan kalam Allah.

Kedua, ikhlaskan niat. Ketiga, yakinkan pada diri kita bahwa kita sanggup menghafalkannya dengan izin Allah. Keempat, mulai berikhtiar dengan mempelajari metode atau manhaj menghafal Alquran.

Ustaz Adi Hidayat berpesan, orang tua ingin anak-anaknya menghafalkan Alquran, jangan cita-citanya untuk menjadi hafiz. Hal itu, katanya, akan mengurangi keikhlasan.

“Maka bila ingin menghafalkan Alquran, hafalin saja, nanti terserah Allah akan dikasih berapa. Bahkan ada yang dibuat tidak hafal-hafal dalam waktu yang lama. Si fulan misalnya, dalam satu jam hafal, tetapi yang lain, sudah 10 hari belum hafal-hafal,” urai Ustaz Adi Hidayat.

Dia juga mengingatkan bahwa untuk menghafal Alquran, seseorang mutlak harus rutin salat tahajud. Menghafal Alquran bergandengan dengan salat tahajud. Ustaz Adi mengutip surat Al Muzzammil ayat 20.

“Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri (sembahyang) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersama kamu. Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu-waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran. Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah; dan orang-orang yang lain lagi berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Muzzammil: 20)

Lalu untuk apa menghafal? Untuk menghadirkan nilai-nilai Alquran dalam kehidupan. Dengan mengejar akhirat, kebutuhan manusia di dunia akan dipenuhi oleh Allah subhanahu wata’ala.

“Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat.” (QS. Asy-Syura: 20)

Kalau Allah berkehendak kita dijadikan hafal. Jika tidak, maka kita akan diberikan sebahagiannya yang cukup untuk kita. Dan bila Allah berkehendak menjadikan kita hafal Alquran, maka akan dijadikan manusia ke dalam tiga golongan.

“Pertama, orang yang zalim terhadap dirinya sendiri. Itu yang (punya) salah niat diawalnya. Jangan dikira semua penghafal Alquran itu baik. Ada yang penipu itu ada, ada yang pendusta, macam-macam. Hafal ayatnya tapi korupsi juga. Saat korupsi sedang tidak ingat ayatnya setelah ditangkap baru ingat lagi,” urainya.

“Kedua, muqtashid yaitu orang yang pertengahan. Orang yang hafal Alquran bagi dirinya sendiri saja bukan untuk orang lain. Dia biasa mojok di masjid, buka-buka mushaf, ulang-ulang,” lanjutnya.

“Dan yang terbaik adalah saabiqun bil khairat, yang bisa berbagi kebaikan dari nilai-nilai Alquran yang dimaksud. Dan itu yang harus kita cemburui,” katanya lagi.

Ustaz Adi Hidayat termasuk penghafal Alquran yang langka. Dia tidak sekadar menghafal Alquran, tetapi juga mengingat nomor ayat dan halamannya.

“Bukan suatu kebanggaan untuk riya atau ujub seorang bisa menghafalkan Alquran dengan ayat dan nomornya. Kami katakan tidak. Banyak orang bisa melakukannya. Ini hanya untuk kemudahan saja,” ujar Ustaz Adi Hidayat.

Manhaj Menghafal Alquran

Ustaz Adi Hidayat mengatakan, untuk menghafal Alquran, seseorang hanya butuh waktu dua jam dalam sehari untuk menghafal satu halaman Alquran. Artinya, dalam waktu 24 jam, 22 jam bisa digunakan untuk urusan dunia.

Jika disiplin meluangkan waktu tersebut, maka seseorang bisa menghafal 30 juz Alquran dalam waktu waktu dua tahun secara mutqin. Satu tahun delapan bulan plus empat hari dilakukan untuk menghafal 604 halaman Alquran. Sementara tiga bulan 26 hari sisanya digunakan untuk tahsin sekaligus muroja’ah.

Berikut pembagian waktu 2 jam menghafal Alquran setiap hari:

Hari Pertama (Misalnya, memulai pada hari Sabtu):

1. Salat tahajud
2. Dengarkan murottal (kalau tanpa guru) 1 halaman selama 10 menit
3. Setelah itu hafalkan 1 halaman selama 20 menit (kalau lupa, putar kembali murottal)
4. Siapkan waktu 6 menit sebelum salat fardu dan 6 menit setelah salat fardu untuk muroja’ah atau mengulang hafalan (Gunakan hafalan tersebut pada salat-salat sunnah bakdiyah dan qabliyah atau tahiyatul masjid). Artinya dalam 5 waktu salat, waktu yang digunakan 6+6×5=60 menit alias satu jam.
5. Ulangi hafalan 1 halaman tersebut selama 30 menit jelang tidur

Hari Kedua:

1. Salat tahajud
2. Ulangi hafalan 1 halaman kemarin sebelum menambah hafalan baru. Setelah itu ulangi manhaj seperti hari pertama
3. Dengarkan murottal (kalau tanpa guru) 1 halaman selama 10 menit
4. Setelah itu hafalkan 1 halaman selama 20 menit (kalau lupa, putar kembali murottal)
5. Siapkan waktu 6 menit sebelum salat fardu dan 6 menit setelah salat fardu untuk muroja’ah atau mengulang hafalan (Gunakan hafalan tersebut pada salat-salat sunnah bakdiyah dan qabliyah atau tahiyatul masjid). Artinya dalam 5 waktu salat, waktu yang digunakan 6+6×5=60 menit alias satu jam.
5. Ulangi hafalan 1 halaman tersebut selama 30 menit jelang tidur

Hari Ketiga dan seterusnya sama dengan hari keenam

Hari Ketujuh (Hari Jumat):

– Tidak ada tambahan hafalan
– Fokus mengulang 6 halaman yang telah dihafal sebelumnya

Hari Kedelapan

– Kembali menambah hafalan seperti pada hari kedua

“Jangan pernah menambah hafalan lebih dari satu halaman walaupun Anda cepat hafal. Jangan pernah melanggar manhaj ini. Jangan tertipu setan. Karena mungkin Anda cepat hafal, ada bisikan pindah ke halaman berikutnya. Itu bisikan setan,” kata Ustaz Adi Hidayat mengingatkan.