EnglishIndonesian
Pengunjung Hari Ini : 30
Total Pengunjung : 16150
Online : 0

Pentingnya Kejujuran Dalam Islam

Semua orang muslim mengakui bahwa kejujuran sangat penting karena Allah Ta’ala berfirman dalam Al-Quran:

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah, dan bersamalah kamu dengan orang-orang yang benar.” (Q.S 9:119)

Seseorang dengan sifat jujur akan memperoleh kemuliaan dan ditinggikan derajatnya oleh Allah Ta’ala, sesuai dengan firman Allah Azza wa Jall dalam Surah Al-Ahzab ayat 35:

“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang sidiqin (benar), laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah Telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar”. (Q.S 33:35)

Kejujuran adalah jalan penuh keselamatan dunia akhirat. Dalam penerapannya di dunia, manusia dituntut untuk menerapkan sifat jujur dalam niat, perkataan, perbuatan, dan setiap aspek kehidupan yang melibatkan hubungan sesama manusia maupun hubungan dengan Allah Ta’ala.

Bersikap jujur mampu mendatangkan kebaikan bagi pelakunya, seperti:

#1. Masuk Surga

Menurut hadits riwayat Muslim, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Hendaklah kalian (berbuat) jujur! Sesungguhnya jujur menunjukkan kepada kebaikan, dan kebaikan menunjukkannya ke Surga. Dan senantiasa seorang (berbuat) jujur dan menjaga kejujurannya hingga ditulis di sisi Allah sebagai Ash-Shiddiq (orang yang jujur)”.

#2. Dekat dengan Para Nabi

Impian setiap muslim adalah berkumpul bersama dengan para Nabi, sahabat, dan orang-orang sholeh di surga-Nya. Untuk meraih ini, Bunda diwajibkan untuk bersikap jujur.

“Dan barangsiapa yang mentaati Alloh dan Rosul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Alloh, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang sholeh, mereka Itulah teman yang sebaik-baiknya”. (Q.S 4:69)

#3. Membuat Hati Tenteram

Ketenangan hati tidak dapat dibeli. Ketenangan ini datangnya dari Allah Ta’ala kepada orang-orang yang melakukan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Salah satu perintah-Nya adalah senantiasa bersikap jujur. Dengan selalu mengatakan kebenaran dan teguh pada hal yang haq, hati menjadi lebih tenang, tenteram, serta bebas dari kekhawatiran dan was-was yang tidak perlu.

Diriwayatkan dari Hasan bin Ali radhiallahu ‘anhu:

Aku hafal dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Tinggalkanlah perkara yang meragukanmu kepada perkara yang tidak meragukanmu. Sesungguhnya kejujuran adalah ketenangan dan bohong adalah kecemasan”.

#4. Meninggikan Derajat

Allah Ta’ala akan meninggikan derajat orang-orang beriman yang jujur. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Barang siapa meminta kepada Allah mati syahid dengan jujur, Allah angkat dia ke tingkatan orang-orang yang syahid”

#5. Mendatangkan Berkah

Orang yang jujur dalam bersikap, berbuat, dan berkata akan mendapat berkah dari Allah Ta’ala. Dalam hadits riwayat Bukhari, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Penjual dan pembeli (memiliki) pilihan sebelum mereka berdua berpisah, jika berdua berkata jujur dan menjelaskan (kekurangannya) maka diberkahi jual beli mereka. Dan jika berdua menyembunyikan (kekurangan) dan berbohong maka dihapus keberkahan jual beli mereka berdua”.

Dari sini, Bunda bisa memahami bahwa kejujuran adalah kunci datangnya keberkahan dalam hidup. Baik dalam urusan muamalah maupun hubungan sosial, kejujuran memiliki kunci untuk mendatangkan berkah Allah Ta’ala.

Tak hanya orang jujur mendapat nikmat dunia, tapi juga mendapat nikmat akhirat. Oleh sebab itu, penting untuk membentuk karakter jujur pada setiap insan sejak usia awal dan menjauhkan diri dari perkara dan perbuatan dusta dan bohong.

Karena sesungguhnya, dusta dan bohong menjauhkan manusia dari rahmat Allah Ta’ala.