EnglishIndonesian
Pengunjung Hari Ini : 30
Total Pengunjung : 16150
Online : 0

7 Cara Motivasi Anak agar Semangat Belajar & Berprestasi

Orang tua memegang peranan penting untuk perkembangan akademik dan intelektualitas anak. Selain menyediakan lingkungan dan fasilitas belajar mumpuni, orang tua juga dituntut untuk memberikan motivasi agar anak makin semangat belajar dan mampu meraih prestasi.

Ketika anak berusia 3 sampai 9 tahun, mereka ingin menjadi seperti orang tua. Apapun yang orang tua lakukan, akan mereka tiru. Motivasi terbesar seorang anak adalah orang tua mereka.

Lalu, bagaimana cara mendorong semangat anak dan terus memotivasi buah hati?

#1. Belajar sambil bermain

Motivasi anak dengan bermain bersama. Pilih permainan yang mengedukasi dan ditujukan sesuai dengan usia anak.

Cara belajar ini membuat anak lebih rileks dan tertarik untuk belajar. Selain itu, orang tua bisa meningkatkan ikatan antar keluarga dan lebih santai dalam mendampingi si kecil belajar.

Awali dengan mempelajari hal-hal menarik di sekitar anak, lalu temukan apa yang bisa dipelajari dari lingkungan.

#2. Berkreasi dan berkarya

Belajar secara teori akan membuat anak cepat bosan. Inilah yang membuat si kecil jenuh, malas, dan ingin selalu bermain daripada belajar.

Solusinya, ajak anak berkreasi dan berkarya. Cari ide prakarya untuk anak-anak sesuai dengan usia si kecil, lalu ciptakan karya nyata.

Kalau memungkinkan, gunakan alat peraga. Meskipun visual mampu menstimulasi orak anak untuk tetap tertarik, alat peraga yang dapat disentuh mampu membuat anak lebih cepat menangkap edukasi yang ingin disampaikan dan betah belajar.

#3. Fokus pada proses

Kebanyakan orang tua memberi target nilai yang harus dicapai oleh si buah hati. Seringnya, orang tua mematok hasil terlalu tinggi tanpa menyadari kemampuan anak. Inilah penyebab anak malas belajar dan stress. Karena orang tua fokus pada hasil, anak pun melakukan hal yang sama dan mengabaikan proses belajar sama sekali.

Belajar adalah proses mendalami suatu hal. Ajarkan pada anak bahwa orang tua menghargai proses belajar dan mencari ilmu. Tanamkan pada mereka bahwa nilai bagus adalah bonus akhir bagi mereka yang terus menuntut ilmu.

#4. Masuk ke kehidupan anak

Kebanyakan orang tua jarang melihat hidup dari perspektif seorang anak. Oleh sebab itu, banyak anak yang merasa bahwa orang tua tidak memahami mereka.

Solusinya, masuk dan selami dunia anak. Pahami apa yang anak-anak pikirkan dan bagaimana mereka melihat dunia.

#5. Berangkat dari minat dan bakat

Setiap anak terlahir dengan minat dan bakat masing-masing. Akan lebih baik kalau orang tua bisa mengidentifikasi minat dan bakat anak sejak dini. Tujuannya, agar anak bisa diarahkan sejak awal.

Ketika anak sudah menemukan minat dan bakat, anak akan lebih semangat belajar dan lebih mudah meraih prestasi di bidang yang diminati.

Hindari memaksakan kehendak orang tua pada anak. Apalagi jika kehendak tersebut tidak sejalan dengan minat dan bakat anak. Ini hanya akan membuat anak stres, malas belajar, dan semakin jauh dari prestasi membanggakan.

#6. Beri dukungan penuh

Selain dukungan materi dan finansial, orang tua harus memberi dukungan moral dan kasih sayang. Orang tua perlu menunjukkan bahwa mereka peduli pada perkembangan akademik dan prestasi si kecil. Misalnya berlatih bersama, menyaksikan kompetisi bersama, berikan motivasi, dan mengajarkan nilai-nilai yang bermanfaat bagi anak.

Keterlibatan emosional mampu mempengaruhi psikologis anak untuk terus meraih prestasi dan mendorong semangat belajar serta usaha.

#7. Apresiasi

Tak hanya orang dewasa, anak-anak pun senang jika mendapat apresiasi. Penelitian membuktikan bahwa memberi apresiasi pada hal positif mampu mendorong anak untuk terus melakukan hal tersebut hingga berhasil.

Berilah apresiasi yang mendidik dan mengedepankan kebutuhan edukasi si buah hati.Orang tua perlu menunjukkan bahwa mereka bangga dengan pencapaian anak-anak mereka. Dukung semangat belajar dan dorong anak untuk terus berprestasi.